Perkuat Kelembagaan Ekonomi Petani, ICARE BRMP Sistem Dorong Terbentuknya Koperasi Sekunder di Garut
Garut, 22 September 2026 — Upaya memperkuat kelembagaan ekonomi petani di Kabupaten Garut terus didorong melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (ICARE). Melalui dukungan program tersebut, Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui kegiatan _Competitive Grant_ memfasilitasi pembentukan koperasi sekunder. Rapat pembentukan koperasi digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2026). Koperasi sekunder merupakan gabungan dari 7 koperasi primer yang sudah terbentuk atas binaan PIU ICARE BRMP JABAR. Tujuh koperasi primer berada di 5 kecamatan di Kabupaten Garut yang meliputi Kecamatan : Ciaurupan, Cikajang, Cigedug, Sukaresmi dan Pasirwangi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, S.Hut., M.Si., serta 50 perwakilan petani dari koperasi ICARE di Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi kelembagaan ekonomi petani agar koperasi primer memiliki wadah bersama untuk memperkuat skala usaha, mengembangkan akses pasar, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Harmi Andrianyta, SP., M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan koperasi sekunder diharapkan dapat memperkuat konsolidasi usaha antarkoperasi primer.
“Pembentukan koperasi sekunder ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan dan meningkatkan skala ekonomi koperasi melalui konsolidasi usaha. Dengan adanya wadah bersama, koperasi primer dapat lebih mudah mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah dari kegiatan ekonomi yang dijalankan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengapresiasi inisiatif BRMP Sistem dan Program ICARE dalam mendampingi penguatan kelembagaan petani di Kabupaten Garut.
“Kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan efisiensi usaha tani. Koperasi primer selama ini telah berjuang menghadapi berbagai tantangan dan dinamika pasar. Karena itu, diperlukan penguatan melalui konsolidasi agar dapat mencapai skala ekonomi yang lebih besar,” ujar Ardhy.
Ardhy juga menyampaikan koperasi sekunder dapat menjadi wadah bersama untuk memperkuat koperasi primer, khususnya dalam pengembangan kapasitas organisasi dan akses permodalan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai aspek hukum, tata kelola, dan regulasi perkoperasian dari narasumber teknis Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Penguatan tersebut ditujukan agar calon anggota memahami mekanisme pembentukan serta tata kelola koperasi sekunder sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui sinergi BRMP Sistem, Program ICARE, Dinas Pertanian, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, penguatan koperasi sekunder diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun kelembagaan ekonomi petani yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.